Perayaan Hari Raya Imlek 2563 / 2012 di Padepokan Wulan Tumanggal

Untuk kesekian kalinya Perguruan Trijaya Pusat Tegal melaksanakan perayaan Hari Raya Imlek. Perayaan yang dilaksanakan pada hari Minggu Kliwon 22 Januari 2012 di Padepokan Wulan Tumanggal ini selain dihadiri oleh para Putera Trijaya beserta keluarga dari berbagai daerah di seluruh nusantara juga dihadiri beberapa tamu undangan dari kota Slawil, Tegal, Pemalang dan sekitarnya.

Kis Dewi Andrayani

Pada acara ini dihadiri pula Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Tegal Ibu Kis Dewi Andrayani yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Perguruan Trijaya atas diselenggarakannya perayaan Imlek di Padepokan Wulan Tumanggal ini dimana tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Beliau bahwa perayaan imlek ini diadakan di Padepokan yang berada di lereng Gunung Slamet ini. Ditambahkan pula bahwa Imlek ini merupakan Imlek Indonesia, dengan harapan dari Wulan Tumanggal ini kita bisa merajut kebersamaan tanpa membeda-bedakan etnis dan agama untuk meraih kesuksesan,kebahagiaan,kesejahteraan dan ketentraman demi Indonesia tercinta.

Dalam sambutan Ketua U mum Perguruan Trijaya Romo Anom Jatmiko Aditya Panji Laksono, menyampaikan bahwa ad anya kedekatan Leluhur Tionghoa dengan masyarakat Jawa khususnya didalam kehidupan ber spiritual, merupakan salah satu motivasi untuk melaksanakanĀ  perayaan tahun baru Imlek ini di Padepokan Wulan Tumanggal.

Romo Anom

Sebagai catatan di Indonesia selama tahun 1968-1999, perayaan hari raya Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek. Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.
“Gong Xi Fa Chai Selamat Hari Raya Imlek 2563 Semoga di Tahun Naga Air ini membawa berkah rejeki, kesehatan menuju bahagia sejahtera bagi kita semua. Mugi Gusti Nyembadani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s