HARI RAYA SURA 1941 J / 2008 M

HARI RAYA SURA 1941 J / 2008 M

PERGURUAN TRIJAYA

PADEPOKAN ARGASONYA – PUSAT TEGAL

Untuk kesekian kalinya Perguruan TRIJAYA Padepokan Argasonya – Pusat Tegal menyelenggarakan Hari Raya Sura ( HRS ) . Perayaan Hari Raya Sura 1941 Jawa kali ini dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon – Kamis Pahing tanggal 8 – 10 Januari 2008 Masehi. Bertempat di salah satu Padepokan Perguruan TRIJAYA yaitu Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuh Tengah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal-Jawa Tengah ini dihadiri sedikitnya 1000 orang lebih yang terdiri dari para anggota perguruan beserta keluarga, tamu undangan baik tokoh-tokoh masyarakat maupun pemerintah pusat, serta masyarakat umum disekitar padepokan. Seperti biasanya Perguruan TRIJAYA merayakan Hari Raya Sura dengan berbagai kegiatan, yaitu : Mandi Curug, Sate Pengobatan, Kirab Tumpeng, Rebut Tumpeng, Sarasehan, Siraman, Caosan, dan Pembinaan Keluarga Rahayu.. Kegiatan Hari Raya Sura kali ini seperti pada tahun sebelumnya diselenggarakan kegiatan yang bersifat kenegaraan seperti Sujudan Nasional.

Kegiatan Hari Raya Sura 1941 Jawa / 2008 Masehi :

Mandi Curug, kegiatan ritual yang berupa sesuci ( bersih diri ) yang dilanjutkan dengan Sujudan Sura yaitu berdoa bersama di Sanggar Pamujan ( tempat berdoa ) yang dipimpin oleh Ajengan ( pemimpin sujudan ) dan berdoa menurut Kepercayaan dan Agamanya masing-masing.

Sate Pengobatan, kegiatan kemasyarakatan berupa makan sate kambing yang dibuat dan disyarati oleh Romo Guru Bapak Tegal ( Pembina Perguruan TRIJAYA ) sehingga daging kambing yang biasanya merupakan sumber penyakit diolah sedemikian rupa sehingga menjadi obat bagi yang memakannya dengan tata cara makan yang telah ditentukan.

Kirab Tumpeng, kegiatan yang merupakan perwujudan dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memohon akan kebahagiaan dan kesejahteraan dengan cara mengkirabkan tumpeng serta hasil bumi, yang kemudian setelah kirab itu selesai baik tumpeng dan hasil bumi tersebut diperebutkan oleh seluruh peserta Hari Raya Sura.

Rebut Tumpeng, kegiatan yang dilaksanakan oleh ibu – ibu / perempuan untuk bersama-sama merebut tumpeng yang telah disediakan dan menyantap hasil rebutan tumpeng tersebut bersama keluarganya, ini merupakan perwujudan usaha para ibu di dalam rumah tangga dalam mengolah rezeki yang didapat dankemudian dapat dinikmati oleh keluarga.

Sarasehan, kegiatan diskusi tentang ajaran perguruan maupun kehidupan berkeluarga rahayu antar sesama para putera maupun kepada seluruh peserta Hari Raya Sura.

Siraman, kegiatan ritual pensucian diri dilaksanakan pada tengah malam dengan cara Romo Guru Bapak Tegal ( Pembina Perguruan TRIJAYA ) membasuh muka seluruh peserta Hari Raya Sura dan kemudian mereka berendam di Sasana Sinangling ( tempat untuk mensucikan diri yang diwujudkan dengan kolam renang ).

Caosan, tata cara ritual penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dilaksanakan oleh Perguruan TRIJAYA Padepokan Argasonya – Pusat Tegal yang bertujuan untuk memohonkan segala sesuatunya. Dalam kaitannya dengan ini agar Perayaan 1 Sura tahun ini dapat berhasil dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Pembinaan Keluarga Rahayu, pembinaan yang diberikan oleh Romo Guru Bapak Tegal ( Pembina Perguruan TRIJAYA ) ditujukan baik kepada seluruh putera dan keluarga maupun masyarakat umum tentang bagaimana membina keluarga yang rahayu ( bahagia dan sejahtera ).

Seperti tahun sebelumnya pada perayaan kali ini Perguruan TRIJAYA mengadakan kembali Sujudan Nasional, yaitu kegiatan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa ini terlepas dari keterpurukan yang berkepanjangan baik secara fisik ( bencana alam ) maupun non-fisik ( konflik horizontal ).

Tema Hari Raya Sura kali ini adalah : “ Dengan merayakan 1 Sura 1941 JAWA kita tingkatkan peran generasi muda untuk berjiwa nusantara dalam Negara Kesatuan Indonesia. “. Mengusung pada tema tersebut diharapkan generasi muda Bangsa Indonesia melalui perayaan Hari saya Sura ini dapat berjiwa nusantara yaitu : Bersujud Kepada Tuhan YME, Berbudi Pekerti Luhur, Rela Berkorban, Gotong-Royong, Saling Menghormati, Bangga Menjadi Bangsa Indonesia, dan Bersatu. Sehingga generasi muda dapat menyebarluaskan jati diri Bangsa ini yang belakangan sudah mulai pudar.

oleh : PAC. Bambang Permadi, AAN

email : boim_hp@yahoo.com

2 thoughts on “HARI RAYA SURA 1941 J / 2008 M

  1. rorong pardhana berkata:

    slam bahagia ,Rahayu…
    sy slama ini mgamati perguruan ini,tp sy tdk brani bergabung atow mndekat,dkarenakan skr yg sy lht terjadi pengkotakan antara keilmuan dan organisasi..,ingin saya blajar keilmuan di trijaya tp syg mgkin sang purwaning dumadi menggariskan saya saat ini utk mlihat dri jauh saja..,sampe sy bs bnr2 mandiri secara financial dan olah jiwa..
    buat Romo Guru Bpk Tegal,sy ingin belajar dr anda spaya sy bs berbudi pekerti luhur seperti yg tlah dicontohkan oleh eyang2 leluhur dan para pendahulu dari peradaban bumi prtiwi..,tp apa sy pantas??????
    sy anak malang yg sll belajar sndiri dgn bimbingan org laen bahkan kadang hanya dg ap yang sy lihat, sy dengar,dan sy rasa..
    buat sp sj yg membaca ini tlg sampaikan salam hormat sy kpda RGBT,kl dri smenjak kanak2 ,ada anak malang seperti sy yg mengidolakan beliau…
    Rahayuuu……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s