PERINGATAN HARI PANCASILA

PERINGATAN HARI PANCASILA

Salam Bahagia, Salam Sejahtera, Rahayu

Dalam rangka memperingati hari Pancasila 1 Juni,.KEIMANAN ( Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara ) PERGURUAN TRIJAYA PADEPOKAN ARGASONYA – PUSAT TEGAL, menyelenggarakan Kegiatan “PERINGATAN HARI PANCASILA” di Padepokan Wulan Tumanggal – Ds. Dukuhtengah, Kec. Bojong, Kab. Tegal. Dengan mengambil tema “KITA JAGA KEBHINEKAAN DEMI KEJAYAAN NKRI” diharapkan semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan seluruh bangsa tanpa membeda – bedakan demi tercapainya Kemajuan, Kemakmuran dan Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menumbuhkan dan menguatkan kembali kepercayaan kita warga negara Indonesia untuk lebih mengahayati dan mengamalkan nilai – nilai luhur yang terkandung dalam PANCASILA.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak hari Sabtu Wage 31 Mei 2008 sampai dengan Minggu Kliwon 1 Juni 2008. Acara kegiatan ini meliputi Tumpengan, Hiburan Masyarakat, Sujudan, Upacara Bendera dan Sarasehan. Tumpengan, Hiburan dan Sujudan dilaksanakan pada malam Minggu Kliwon mulai pukul 19.00 sampai dengan pukul 00.30 dan dilanjutkan dengan Sujudan.

UPACARA BENDERA dilaksanakan pada hari Minggu pagi Pukul 09.00 dengan Pembina Upacara PW. Ang. Etiko Kusjatmiko, SH selaku PENATA ( Pembantu Pembina ) Perguruan TRIJAYA. Dengan memilih tempat upacara dekat Astana Laya Kasidan Jati yang masih dalam Lokasi Padepokan Wulan Tumanggal, Upacara Bendera ini dilaksanakan secara khidmat dengan harapan seluruh peserta dapat mengahayati makna PANCASILA sebagai pandangan hidup berbagsa dan bernegara yang akhir – akhir ini sudah banyak ditinggalkan oleh warga negara Indonesia dari kalangan masyarakat kecil sampai dengan Pejabat Pemerintahan, dan lebih parah di kalangan Generasi Muda yang merupakan Generasi penerus pembangunan yang mempunyai kewajiban menjaga dan melestarikan PANCASILA sebagai dasar negara Republik Indonesia.

SARASEHAN dilaksanakan setelah Upacara Bendera dengan memilih lokasi di LOKA GRAITA. Acara ini dihadiri oleh ROMO GURU BAPAK TEGAL ( KRAT. Esno Kusnodho Suryaningrat ) selaku Pembina Perguruan TRIJAYA Padepokan Argasonya – Pusat Tegal,Bp. Drs. H. Mashuri Darlan, MM (Wakil DPRD Kab. Tegal), Bp. M. Heri Sulistyawan, SH, M.Hum (Sekda Kab. Tegal), Bp. Zamzani. MM (Camat Bojong), Bp. Drs. Sunyoto (mantan Sekda Kab. Tegal), Bp. KRT. Hamaminata Dipura (Pimred Tabloid DEKRIT). Selain itu dihadiri pula Segenap Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Para PUTERA TEGAL Perguruan TRIJAYA.

Dari beberapa sambutan para tamu undangan, disampaikan bahwa kegiatan memperingati hari PANCASILA seperti ini khususnya Upacara Bendera sangat jarang dilaksanakan baik dari kalangan masyarakat, kelompok/organisasi massa, partai politik sampai dengan pemerintahan. Dengan semakin jarangnya peringatan hari Pancasila terbukti bahwa telah terjadi degradasi kepercayaan terhadap PANCASILA. Telah lunturnya rasa memiliki PANCASILA yang merupakan satu-satunya dasar negara kita ini sehingga dikhawatirkan akan semakin menurunkan rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan terlebih dikalangan Pelaku Pemerintahan dan Generasi Muda Indonesia.

Kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara akhir – akhir ini sudah banyak mengalami pergeseran – pergeseran tatanan. Ketidak tearaturan perilaku warga negara ini sudah banyak menyimpang dari nilai – nilai luhur PANCASILA. Bentuk – bentuk pemaksaan kehendak disertai dengan kekerasan sudah dirasakan menjadi rutinitas pengisi rubrik media informasi saat ini. Aspirasi Rakyat telah bergeser dari dewan perwakilan ke dewan jalanan. Demonstrasi pun sudah menjadi sarana penyampai suara rakyat dan di sahkan sebagai perwujudan Demokrasi. Reformasi yang diharapkan menjadikan tatanan bangsa ini untuk lebih baik malah menunjukkan penurunan kualitas kahidupan bangsa dari semua aspek. Apakah ini yang disebut KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN? Mungkin lebih tepat jika kita sebut KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KESETANAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERORANGAN. Hal ini dibuktikan dengan semakin tingginya tingkat kriminal dan aksi – aksi kekerasan di masyarakat yang semakin menunjukkan betapa masyarakat kita telah teracuni sistem demokrasi import yang sebenarnya sangat tidak cocok dalam kehidupan alam Nusantara yang selalu mengedepankan Musyawarah untuk Mufakat dalam setiap memutuskan sebuah kebijaksanaan.Hal seperti ini sudah kita rasakan semakin kacau keadaan lingkungan kita dan jika situasi bangsa dan negara seperti ini dibiarkan terus menerus akan semakin menggiring bumi pertiwi ini menuju suatu kehancuran.

Sudah saatnya kita Genarasi Muda melakukan perubahan – perubahan. Wahai rekan – rekan Pemuda Anak Bangsa, Anak Alam Nusantara, mari kita bersatu, merapatkan barisan, berjuang untuk mengembalikan tatatan bangsa ini dalam Kehidupan ber-PANCASILA. Tanamkan pada diri kita JIWA NUSANTARA yang merupakan peninggalan nenek moyang yang adi luhung. Jadikanlah Keragaman keyakinan, suku bangsa dan budaya ini sebagai kekayaan bangsa yang sangat kita banggakan.

MERDEKA ..!! MERDEKA ..!! MERDEKA !!!

RAHAYU …

oleh : PAC. Bambang Permadi, AAN, S.Kom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s